KATAPRES.COM – JAKARTA – Penyanyi sekaligus anggota DPR Iyeth Bustami menyoroti, minimnya keterlibatan mahasiswa Riau dalam penelitian yang dijalankan Pertamina di Blok Rokan merupakan ladang minyak terbesar di Riau.
Iyeth Bustami menjelaskan, mahasiswa di Riau kerap kecewa karena tidak pernah dilibatkan dalam penelitian Pertamina, sementara peneliti dari universitas luar, seperti UGM, lebih sering dihadirkan.
“Saya selalu mendapat keluhan dari adik-adik mahasiswa di Riau yang tidak pernah diberikan kesempatan Pertamina dalam setiap penelitian di Blok Rokan,” ungkap Iyeth Bustami dikutip dari Instagram miliknya, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, universitas di Riau memiliki mahasiswa cerdas dan laboratorium canggih, tetapi masih tersingkir dalam proyek penelitian energi nasional. Hal ini memicu kecemburuan sosial di kalangan mahasiswa lokal.
“Padahal, universitas di sana punya potensi besar, tapi selalu tersingkir karena Pertamina membawa peneliti dari luar Riau,” tegasnya.
Tidak hanya soal keterlibatan mahasiswa, Iyeth Bustami juga meminta Pertamina melalui anak perusahaannya, Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memperhatikan dampak pencemaran lingkungan dari ladang minyak yang menyumbang 25 persen produksi minyak nasional.
“Kita mendapat keluhan masyarakat tentang pencemaran lingkungan. Wilayah mereka menyumbang 25 persen produksi minyak Indonesia, jadi harap diperhatikan agar lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Ia menekankan, pentingnya memberikan kesempatan bagi mahasiswa lokal untuk ikut dalam penelitian energi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Riau.
“Melibatkan mahasiswa Riau bukan hanya soal penelitian, tetapi juga membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap wilayah mereka,” tutupnya.**
sumber: Beritasatu.com








