Unri Gelar FGD Peningkatan Status Mangrove Kampus Unri

KATAPRES.COM – DUMAI – Universitas Riau (Unri) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Status Mangrove Kampus Universitas Riau dalam Program Biodiversity Action Plan Tahun 2025” di Hotel Patra Dumai, Selasa (25/11).

Dalam rangka mempertemukan unsur perguruan tinggi, Pemerintah Kota Dumai dan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Dumai. Bertujuan merumuskan pengembangan kawasan mangrove Kampus Marine Station Unri Purnama sebagai ecoedupark berbasis penelitian, konservasi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Dihadiri jajaran pimpinan Unri, manajemen PT KPI, peneliti, dosen, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Riau, Lurah Purnama Kecamatan Dumai Barat, serta kelompok masyarakat binaan Gerakan Konservasi Mangrove Dumai (GKMD). Acara dibuka oleh MC Nabila Afifah Azuga SPi MSi.

Ketua Panitia Dr Benny Heltonika SPi MSi menyampaikan bahwa FGD ini memperkuat status dan fungsi kawasan mangrove Kampus Marine Station Unri Purnama dalam kerangka Biodiversity Action Plan 2025. Kegiatan didukung tim panitia yakni Prof Dr Ir Rasoel Hamidy MS, Oriana P Dewi ST MArch, Ilham Ilahi SPi MSi, Gita Purnama Sari SPi, Farhat Ofirma SPi, Ikhwan Fauzan SPi dan Annisa Ulfa Khaira SPi.

Sambutan berikutnya Pjs GM Project R&P Dumai PT KPI M Rahmad, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Dumai Drs H Muhammad Yunus, serta Wakil Rektor IV Unri Dr Sofyan Husein Siregar MPhil yang secara resmi membuka acara.

Dalam acara tersebut dibagi tiga sesi. Sesi I dan II sebagai moderator Prof Dr Ir Efriyeldi MSi. Ada empat narasumber diantaranya Dr Sofyan Husein Siregar MPhil memaparkan materi bertajuk “Legalitas & Perencanaan Master Plan Kampus Marine Station Unri Purnama Kota Dumai Menuju Ecoedupark”.

Dilanjutkan oleh M Rahmad dengan materi peran PT KPI dalam program TJSL. Kemudian Prof Dr Ir Aras Muyadi DEA menjelaskan pelaksanaan Biodiversity Action Plan 2023–2025. Terakhir sesi adalah Dr Muhammad Fauzi SPi MSi tentang konsep kerjasama pengembangan ecoedupark berbasis konservasi, pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

Kemudian pada Sesi II ini dilakukan diskusi panel dan tanggapan untuk mengkritisi materi, mengidentifikasi kebutuhan regulasi, merumuskan agenda riset, serta menggali peluang kolaborasi.

Pada sesi III dipandu oleh Ilham Ilahi SPi MSi, difokuskan pada rekomendasi rencana aksi tindak lanjut dan pengesahan berita acara oleh para instansi terkait. Dari hasil FGD, disepakati sejumlah butir penting yang mencakup penguatan aspek legal dan perencanaan, pengembangan program riset dan pendidikan lapangan, serta skema kolaboratif dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.**

 

sumber: Riaupos