KATAPRES – PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau memetakan sejumlah wilayah rawan banjir dan longsor menyusul meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir di Provinsi Riau.
Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya arus lalu lintas di jalur-jalur utama.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, Selasa (16/12/2025), mengatakan pemetaan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi gangguan lalu lintas dan kecelakaan akibat banjir maupun longsor.
Dijelaskan, di Kota Pekanbaru, potensi banjir teridentifikasi di Jalan Sudirman ujung, terutama saat hujan turun dengan durasi cukup lama. Sementara di Kota Dumai, banjir rob berpotensi terjadi di Jalan Sultan Syarif Kasim.
Untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, potensi banjir rob tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak Kecil, Pinggir, Mandau, dan Bathin Solapan. Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di kawasan pesisir dan dekat perairan.
Di Kabupaten Kampar, titik rawan longsor terpantau di ruas jalan Km 93, Km 94, Km 106/107, serta Km 109 Desa Tanjung Alay, Kecamatan XIII Koto Kampar. Selain itu, banjir berpotensi menggenangi Jalan Lintas Bangkinang–Petapahan Km 29 hingga Km 30 di Desa Petapahan.
Sementara itu, di Kabupaten Indragiri Hulu, potensi longsor berada di Km 230 Desa Teluk Keladi, Kecamatan Kuala Cenaku, serta di Jalan Lintas Timur Desa Talang Jerinjing dan Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat.
Adapun titik rawan banjir terpantau di Desa Sungai Raya Kecamatan Rengat Km 219 serta Jalan Lintas Timur Km 223 Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida.
Kabupaten Indragiri Hilir juga masuk dalam wilayah rawan bencana. Longsor berpotensi terjadi di Jalan Gerilya Parit 6, Kecamatan Tembilahan Hulu, sedangkan banjir berpotensi menggenangi Jalan Lintas Provinsi Tembilahan–Rengat di Parit 6, kecamatan setempat.
Di Kabupaten Rokan Hulu, potensi longsor teridentifikasi di jalan lintas Lubuk Bendahara–Rokan IV Koto, ruas jalan Desa Rokan Timur menuju Banjar Datar tepatnya di Desa Kota Ruang dan Desa Cipang Kiri Hulu, serta jalan menuju Dusun Sei Bungo Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.
Sementara itu, potensi banjir tersebar di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Rambah, Rokan IV Koto, Bonai Darussalam, dan Kunto Darussalam yang berada di sepanjang aliran Sungai Rokan, Batang Lubuh, dan Batang Sosa.
Wilayah dengan jumlah titik rawan banjir terbanyak tercatat berada di Kabupaten Rokan Hilir, yang mencakup daerah daratan hingga kepulauan.
Lokasi rawan banjir di Rohkan Hilir di antaranya berada di Kepenghuluan Ujung Tanjung, Teluk Berembun, Putat, Rantau Bais, Sekeladi Hilir, Sekeladi, Raja Bejamu, Sungai Bakau, Bentayan, Benyatan Baru, Melayu Besar, Labuhan Papan, Jumrah, Siarang-Arang, Ulak Mahang, Sungai Pinang, Pujud Utara.
Kemudian di Kepenghuluan Air Hitam, Tanjung Medan, Bagan Nenas, Sei Tapah, Bagan Punak Meranti, Teluk Piyai, Tanjung Leban, Sei Menasip, Bangko Kanan, Teluk Bano, Sei Daun, Pasir Limau Kapas, Sekapas, Sungai Rangau, serta sejumlah kelurahan seperti Sedinginan, Rimba Melintang, Pujud, Bagan Timur, Bagan Baru, Bagan Barat, dan Pelabuhan Baru.
Selanjutnya di Kabupaten Pelalawan, potensi banjir terpantau di Jalan Lintas Timur Km 55 hingga Km 84, meliputi wilayah Desa Kemang, Jalan Bernas Pangkalan Kerinci, Jalan Langgam Km 78, serta Jalan Sultan Syarif Qasim, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Untuk Kabupaten Siak, titik rawan banjir berada di Simpang Empat Doral atau Simpang Obor serta Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.
Di Kabupaten Kuantan Singingi, longsor berpotensi terjadi di Km 198 Jalan Lintas Teluk Kuantan–Sumatera Barat serta di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik. Adapun banjir berpotensi menggenangi Km 192 Desa Penghidupan, Kecamatan Pangean.
Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Meranti, potensi banjir terpantau di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi.
Kombes Taufiq menyatakan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama jajaran Satlantas di daerah telah disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, pengamanan, serta pengalihan arus jika terjadi genangan atau longsor di jalur utama.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah rawan banjir dan longsor. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan jangan memaksakan diri melintas apabila kondisi jalan tergenang atau berbahaya. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama,” kata Kombes Taufik mengingatkan.
Kombes Taufiq juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi lalu lintas dan kondisi cuaca melalui kanal resmi kepolisian serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi jalan yang membahayakan pengguna jalan lain.*
sumber: CAKAPLAH








