KATAPRES.COM – DUMAI – Arus penumpang kapal Roll On–Roll Off (RoRo) di Pelabuhan Penyeberangan Bandar Sri Junjungan (BSJ), Kota Dumai, terpantau masih lengang pada libur Natal 2025, Jumat (26/12/2025).
Kondisi ini berbeda dengan perkiraan awal yang memprediksi adanya lonjakan penumpang pada momen libur akhir tahun.
Aktivitas penyeberangan dari Dumai menuju Pulau Rupat berlangsung normal tanpa kepadatan berarti.
Kepala UPT Pengelolaan Pelabuhan Wilayah I Provinsi Riau, Hendri Mardani mengatakan, hingga hari Natal belum terjadi peningkatan volume penumpang maupun kendaraan. Bahkan, dua hari sebelumnya situasi serupa juga terjadi.
“Masih normal, bahkan cenderung lengang. Belum ada lonjakan penumpang yang menggunakan jasa kapal RoRo Dumai–Rupat, termasuk hari ini,” ujar Hendri.
Berdasarkan data pendataan dan pengawasan petugas pelabuhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Dumai ke Rupat hingga trip kedua pada Jumat tersebut belum mencapai 100 unit.
Angka ini dinilai masih jauh dari kondisi puncak yang biasa terjadi saat libur panjang.
Meski demikian, Hendri memperkirakan peningkatan signifikan baru akan terjadi menjelang malam pergantian tahun.
Ia menyebut, arus penumpang diprediksi memuncak pada 31 Desember 2025, seiring meningkatnya minat masyarakat berlibur ke Pulau Rupat untuk menyambut Tahun Baru 2026.
“Biasanya lonjakan terjadi saat malam tahun baru. Masyarakat banyak yang memilih Rupat sebagai tujuan liburan,” jelasnya.
Terkait tarif penyeberangan lintasan Dumai–Tanjung Kapal, Hendri merinci bahwa penumpang dewasa dikenakan tarif Rp11.000 per orang, sementara bayi usia 0-2 tahun sebesar Rp3 ribu per orang.
Untuk kendaraan, tarif dibedakan berdasarkan golongan, yakni golongan I sebesar Rp17.500, golongan II Rp29.500, dan golongan III Rp52.500 per unit.
Sementara itu, kendaraan penumpang golongan IV A dikenakan tarif Rp158 ribu per unit, sedangkan kendaraan barang sebesar Rp182 ribu per unit.
Di akhir keterangannya, Hendri mengimbau seluruh penumpang agar tetap mengutamakan keselamatan selama pelayaran, termasuk menjaga barang bawaan dan mengawasi anak-anak saat berada di atas kapal.
“Tetap waspada, pastikan tidak ada barang yang tertinggal, dan awasi anak-anak selama penyeberangan,” pungkasnya.
Sumber: tribunpekanbaru.com








