KATAPRES.COM – BENGKALIS – Rapat (38) terjatuh dari kapal di perairan Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Bengkalis. Alhasil, Anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 yang merupakan warga Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau itu, tenggelam dan hilang.
“Korban diduga terjatuh ke laut saat berada di atas kapal,” ucap Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi, Rabu (7/1/2026).
Insiden tersebut diperkirakan terjadi di sekitar koordinat 1°30’46” Lintang Utara dan 102°41’46” Bujur Timur, wilayah perairan Kabupaten Bengkalis.
Hingga Saat Ini Belum Ditemukan
Budi menerangkan, saat mendapat informasi adanya ABK yang terjatuh dan tenggelam dari kapal, pihaknya langsung mengerahkan Unit Siaga yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk melakukan pencarian.
Tim yang berjumlah 6 personel SAR itu, menuju ke lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 29 mil laut.
“Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat. Kemudian melaksanakan pencarian dan penyisiran menggunakan perahu RIB,” terangnya.
Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 18.05 WIB tadi, korban belum berhasil ditemukan.
“Hasil pencarian hari ini masih nihil. Operasi SAR akan dilanjutkan kembali esok hari dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian,” kata Budi.
BACA:
Ditemukan Meninggal, ABK KM Makmur Jaya 89 Jatuh di Perairan Bengkalis
Kronologis
Budi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat korban meminta tepung kepada rekannya untuk memasak. Rekan korban saat itu pergi mencari tepung ke bagian lain kapal.
Namun, saat rekannya kembali, korban sudah tidak ada ditempat. Bahkan, 5 orang ABK lainnya yang ada diatas kapal ikut mencari tetapi tidak menemukan korban.
“Rekannya menduga korban ini terjatuh ke laut,” jelas Budi.
Ni Imbauan Kepada Tim dan Masyarakat yang Terlibat Pencarian Korban
Dalam kesempatan ini, Budi menambahkan, pihaknya mengimbau kepada tim SAR dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian korban, untuk tetap mengutamakan keselamatan. Hal ini mengingat cuaca khususnya diperairan yang masih tergolong ekstrim.
“Utamakan keselamatan terlebih dahulu. Karna cuaca masih tergolong ekstrim,” tuturnya.
Ditambahkannya, jika nantinya korban ditemukan, pihaknya langsung melakukan evakuasi.
“Kalau korban sudah ditemukan, langsung kami evakuasi dan menyerahkannya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.**
sumber: IDN Times








