KATAPRES.COM – PEKANBARU — Guna memastikan ketersediaan uang rupiah bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026, Bank Indonesia Provinsi Riau menggelar kick off kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Kepala BI Riau Panji Achmad mengatakan bahwa secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang bank di seluruh Indonesia.
“Khusus di Provinsi Riau, kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini diproyeksikan mencapai Rp4,271 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,94 triliun,” ungkap Panji, Senin (23/2/2026).
Selain memastikan kecukupan uang tunai, BI juga mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile banking dan internet banking, termasuk di antaranya penggunaan layanan transfer dana BI-FAST serta pembayaran non-tunai berbasis QRIS.
Sinergi antara Bank Indonesia, perbankan, dan seluruh mitra kerja dalam program SERAMBI 2026 menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kas yang mudah diakses, tertib, dan lancar bagi masyarakat.
Untuk meningkatkan kenyamanan serta pemerataan layanan penukaran uang, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan melalui Aplikasi PINTAR.
Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang disediakan BI dan perbankan di seluruh Indonesia. Layanan penukaran dapat diakses melalui berbagai kanal, seperti kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.
Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Pembukaan kuota penukaran dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama dibuka mulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa dan 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.
Sementara tahap kedua dibuka pada 26 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk Pulau Jawa dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk luar Pulau Jawa.
Dalam momentum SERAMBI 2026, BI kembali mengajak masyarakat untuk cermat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Masyarakat juga diimbau merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yakni Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
“Dengan sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak, diharapkan kelancaran sistem pembayaran selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya.**
sumber: Bisnis.com








