KATAPER.CIM — DUMAI – Anggota Komisi I DPRD Kota Dumai, Rudi Hartono, mengingatkan pihak Apical Group agar segera menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah media online di Kota Dumai. Pernyataan tersebut disampaikan Rudi pada Rabu (25/2).
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan bahwa media yang telah melaksanakan kewajibannya, khususnya dalam penerbitan infotorial sesuai kesepakatan kerja sama, sudah sepatutnya menerima hak pembayaran tanpa penundaan.
“Kalau memang sudah ada kesepakatan, maka harus segera dibayar. Jangan sampai kesepakatan yang sudah dibuat justru diubah secara sepihak dengan berbagai alasan,” tegas Rudi.
Menurutnya, tunggakan pembayaran tersebut sudah berlangsung cukup lama. Meskipun kerja sama ke depan tidak lagi dilanjutkan, kewajiban yang telah disepakati sebelumnya tetap harus diselesaikan.
“Walaupun kontrak kerja sama tidak berlanjut, kewajiban tetap harus ditunaikan. Jangan sampai menunggu terlalu lama, karena ini menyangkut hak orang yang sudah bekerja,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Rudi juga menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi mediasi antara pihak perusahaan dengan para pengusaha media online agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik.
“Jika memang diperlukan, kami siap memediasi. DPRD bisa memanggil pihak APICAL Group untuk mengetahui duduk persoalannya. Yang jelas, kewajiban harus tetap diselesaikan,” jelasnya.
Pengusaha Media Siap Tempuh Jalur Perdata
Sebelumnya, puluhan pengusaha media online di Kota Dumai juga menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Apical Group. Gugatan tersebut berkaitan dengan tunggakan pembayaran kerja sama penerbitan infotorial yang hingga kini belum juga diselesaikan.
Salah seorang pemilik media online di Dumai, Rio AS, mengatakan pihaknya sebenarnya telah cukup lama menunggu kejelasan pembayaran dari perusahaan tersebut.
“Kalau tidak juga ada kejelasan, kami akan menempuh jalur perdata. Kami sudah cukup sabar menunggu, tapi yang kami terima justru kekecewaan,” ujar Rio, Senin (23/2).
Ia menambahkan bahwa jika persoalan ini benar-benar masuk ke ranah hukum, maka bukan hanya nominal tagihan yang menjadi pembahasan, tetapi juga potensi kerugian yang dialami media selama menunggu pembayaran.
“Masalah ini sudah berlarut-larut. Tentu ada kerugian yang dirasakan oleh masing-masing media yang selama ini menunggu dengan harapan ada penyelesaian,” jelasnya.
Rio berharap pihak perusahaan dapat segera menyelesaikan kewajiban sesuai kesepakatan awal, meskipun kerja sama tidak lagi berlanjut.
“Kalaupun kerja sama tidak dilanjutkan, setidaknya kewajiban yang sudah disepakati harus tetap ditunaikan. Jangan sampai justru merugikan pihak lain,” pungkasnya.
SMSI Dumai Turut Mendesak
Desakan serupa juga disampaikan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Dumai. Organisasi tersebut meminta Apical Group segera melunasi seluruh tagihan kerja sama dengan sejumlah media di daerah tersebut.
Ketua SMSI Dumai, Ganda Jaya Siregar, pada Senin (16/2/2026) menegaskan bahwa perusahaan seharusnya menunjukkan itikad baik dengan menyelesaikan kewajiban yang telah jatuh tempo.
“Seharusnya APICAL Group menunaikan kewajibannya terkait kerja sama penerbitan infotorial dengan beberapa media online di Kota Dumai. Tagihan ini sudah terlalu lama tertunda,” ujarnya.
Menurut Ganda, sebagian besar tunggakan berasal dari kerja sama yang dilakukan sepanjang tahun 2025 dan hingga kini belum diselesaikan, meskipun waktu sudah memasuki Februari 2026.
“Ini bahkan sudah melewati pergantian tahun. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, sudah seharusnya manajemen APICAL segera melunasi kewajiban tersebut,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan alasan efisiensi anggaran yang disampaikan pihak perusahaan sebagai dasar penghentian kerja sama, sementara kewajiban pembayaran kepada media belum seluruhnya dipenuhi.
“Walaupun kerja sama tidak dilanjutkan, bukan berarti kewajiban bisa diabaikan. Semua harus diselesaikan sesuai kesepakatan,” tambahnya.
Ganda menjelaskan bahwa nilai tunggakan bervariasi di setiap media, ada yang masih tertunggak selama dua bulan dan ada pula yang satu bulan.
Sementara itu, perwakilan internal APICAL Group yang disebut bernama Faisal saat bertemu awak media di salah satu kafe di Jalan Tegalega menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pembayaran sesuai kemampuan perusahaan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen.
“Kita sudah usahakan, tapi semua keputusan ada di manajemen karena adanya efisiensi anggaran,” ujar Faisal.
Ia juga mengakui bahwa terdapat media yang sudah menerima pembayaran sebagian, namun ada pula yang belum menerima pembayaran sama sekali.
“Ada yang dibayar separuh, dan ada juga yang belum dibayarkan karena efisiensi anggaran,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan pihak internal lainnya, Fahmi, yang menyebutkan bahwa kebijakan efisiensi tersebut merupakan keputusan dari manajemen pusat.
SMSI Dumai berharap Apical Group dapat segera menyelesaikan seluruh kewajiban kepada media. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan baik dengan insan pers sekaligus menciptakan iklim kerja sama yang profesional, transparan, dan saling menghargai di Kota Dumai.








